Minggu, 24 April 2011

BIMBINGAN KELOMPOK

PEMBAHASAN

2.1 Dinamika Kelompok
Bekerja dalam kelompok atau bekerja dengan kelompok (group work) menunjuk pada seperangkat metode dan teknik yang dirancang untuk mendampingi suatu kelompok dalam meningkatkan cara dan mutu berinteraksi sedemikian rupa, sehingga menunjang pencapaian tujuan yang ditetapkan dan pengembangan kepribadian masing-masing anggota yang tergabung dalam suatu kelompok. Bagi tenaga bimbingan di institusi pendidikan,bekerja dengan kelompok berarti merancang dan mengelolah serangkaian kegiatan yang memberikan pengalaman kepada siswa dan mahasiswa berinteraksi satu sama lain dalam lingkup suatu kelompok, dengan maksud menunjang perkembangan pribadi dan perkembangan social masing-masing anggota kelompok serta meningkatkan mutu kerja sama dalam kelompok, mencapai aneka tujuan yang bermakna bagi para partisipan dalam hal ini tenaga bimbingan memanfaatkan proses kelompok yaitu interaksi dan komunikasi yang berlangsung antara anggota peserta kelompok yang bekerja sama untuk memenuhi suatu kebutuhan yang dihayati bersama, untuk memecahkan suatu problem yang dihadapi bersam melalui penukaran dalam diskusi, atau untuk merencanakan suatu aksi yang akan dilakukan bersama.
Untuk itu, tenaga bimbingan harus paham akan komponen-komponen yang berperanan dalam suatu proses suatu kelompok, yang dapat dipelajari melalui studi tentang dinamika kelompok, yaitu studi tentang kekuatan-kekuatan social dalam suatu kelompok yang memperlancar atau menghambat proses kerja sama dalam kelompok. Disamping itu tenga bimbingan harus paham akan bimbingan kelompok di institusi pendidikan.

2.1.1 Macam-macam Kelompok
Sistematika kelompok yang dikemukakan oleh Jane Waters, Group Guidance Principles and Practices, (1968), halaman 10-15 yaitu :
a. Kelompok Primer dan Sekunder.
Kelompok primer dicirikan oleh kontak akarb yang kontnyu, seperti dalm keluarga dan kelompok bermain pada anak dikampung, sedangkan kelompok sekunder dibentuk atas dasar minat yang dikejar bersama, satuan kelas di sekolah dan pecinta alam dikalangan mahasiswa.
b. Sociogroup dan psychorgroup.
Sociogroup ditekankannya terletak pada hal yang harus dikerjakan bersama, sedangkan psichogroup ditekankanya pada hubungan antarpribadi.Namun, tekanan itu dapat bergeser sehingga suatu sociogroup dapat menjadi suatu psychogroup dan sebaliknya.Tetapi perbedaan antara kedua kelompok itu tidak sebegitu tajam karena, di saping mengusahakan sesuatu bersana, pembinaan hubungan antara pribadi juga harus diperhatikan.
c. Kelompok terorganisasi dan kelompok tidak organisasi.
Kelompok terorganisasi adanya diferensasi antara peranan -peranan kelompok yaitu yang dipegang oleh anggota kelompok, sehingga terdapat suatu struktur, misalnya salah seorang berperan sebagai pemimpin atau ketua. Struktur itu dapt bersifat sangat formal dan kompleks, dapat pula berrsifat informal dan agak sederhana. Dalam kelompok yang tidak terorganisasi setiap anggota bergerak lepas yang satu dengan yang lain.
d. In Group dan Out grup
In group para anggota meraas terikat satu sama lain dan menunjukkan loyalitas sama dan lain.Anggota out group adalh mereka yang bukan anggota kelompok tertentu ; diantara mereka tidak terdapat rasa loyalitas, rasa simpati, dan rasa keterikatan, bahkan mungkin terdapat rasa antipasti atau rasa benci.
e. Kelompok yang keanggotanya bebas serta atas dasar sukarela dan kelompok yang keanggotannya diwajibkan.
Diantara kelompok yang dibentuk untuk kegiatan bimbingan ada yang dibentuk atas dasar sukarela, misalnya kelompok konseling, dan ada yang dibentuk atas dasar kewajiban sebagai siswa yang bersekolah di instusi pendidkan tertentu. Misalnya satuan kelas pada waktu tertentu menerima bimbingan karir. Namun, unsure kewajiban harus diperlunak dan tenaga bimbingan harus berusaha supaya para siswa bersedia mlibatkan diri dalam kegiatan bimbingan demi kepentingan mereka sendiri, sehingga tidak dirtasakan adanya beban kewajiban.
f. Kelompok tertutup dan Kelompok terbuka.
Kelompok tertutup terdiri natas mereka yang mengikuti kegiatan kelompok sejak pemulaan dan tidak menerima anggota baru sampai kegiatan kelompok berhenti. Kelompok terbuka memungkinkan ada orang keluar dan orang lain masuk selama kegiatan kelompok berlangsung

Ada beberapa kelompok yang memiliki cirri khusus dan dikenal dengan istilah-istilah tertentu, yaitu :
 Kelompok bimbingan (a group for guidance) istilah ini khusus digunakan di institusi pendidikan sekolah dan menunjuk pada siswa dan mahasiswa yang dikumpulkan bersama untuk kegiatan bimbingan. Dalam hal ini, kelompok dapat terdiri atas mereka yang sudah tergabung dalam suatu satuan untuk kegiatan pengajaran, seperti satuan kelas tertentu, tingkatan kelas tertentu terdiri atas berbagai satuan kelas dan senester yang mengikuti program studi tertentu.
 Kelompok konseling (counseling group) istilah ini tidak hanya digunakan di institusi pendidikan sekolah, tetapi di Indonesia saat sekarag hanya digunakan oleh jajaran tenaga bimbingan pada jenjang pendidikan menengah pada perguruan tinggi. Kelompok ini dibentuk untuk keperluan konseling dibawah tanggung jawab seorang konselor professional.
 Kelompok –T (training group). Dalam kelompok ini perhatian difokuskan pada proses kelompok itu sendiri dan mencangkup studi tentang dinamika kelompok melalui pengalaman konkret dalam interaksi satu sama lain di dalam kelompok. Karena metode yang digunakan adalah refleksi atas pengalaman konkret dalam menjalani suatu proses kelompok (laboratory method), kelompok semacam ini juga disebut laboratory- training group; karena salah satu tujuannya adalah peningkatan kesadaran tentang unsur-unsur dasar dalam berkomunikasi antarpribadi dan manusia.
 Kelompok pertemuan (acounter group. Kelompok ini dirancang untuk memberikan pengalaman mendalam di dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga para anggota lebih paham akan diri sendiri dan akan keunikan orang lain.
 Kelompok maraton (marathon group).Kelompom bertemu selama satu dan dua hari dalam kontak antarpribadi yang intesif dan terus-menerus, tanpa banyak kesempatan beristirahat . Seluruh anggota kelompok mengadakan refleksi atas diri sendiri, dengan melepaskan segal macam topeng dan usaha pertahanan diri. Interaksi intensif dan kontnyu itu diharapkan membawa ora sampai menunjukkan dirinya sebagaimana adanya. Kelompok ini tidak dirancang unuk diikuti orang banyak. Kelompok terbentuk di institusi pendidikan untuk keperluan bimbingan tidak pernah berupa suatu kelompok maraton.
 Kelompok bantan diri (self-help group). Kelompok ini terdiri atas orang yang menyadari telah ketagihan obat bius dan/atau alcohol. Mereka berkumpul bersama dengan orang yang senasib dan saling memberikan dukungan dalam usaha melepaskan diri dari belenggu ketagihan. Kelompo ini kerap dipimpin oleh orang yang pernah mengalami ketagihan dan telah berhasil melepaskannya yang buruk itu.
 Kelompok terapi (therapy group).Kelompok ini terduri atas orang yang mengalami gangguan serius dalam kesehatan mental dan/atau menunjukan perilaku neurotic, bahkan mungkin psikotik. Kelompok terapi beranggotaan terbatas dan dibentuk atas prakasa seorang ahli psikotropi atau psikolok klinis, yang bertanggung jawab langsung terhadap proses terapi dalm kelompok . Karena tujuan terapi dalam kelompok adalah perubahan dalm struktur kepribadian para anggota
2.2 Bimbingan Kelompok di Institusi Pendidikan
Seorang konselor di institusi pendidikan ,selain memberikan pelayanan secara individual , juga harus Memberikan pelayanan bimbingan secara kelompok; bahkan pada jenjang pendidikan menengah pada sebagaian besar kegiatan bimbingan dilaksanakan secara kelompok . Bimbingan kelompok di institusi pendidikan menyajikan salah satu pengalaman pendidikan, disamping bermacam pengalamaqn yang lain seperti pengajaran di dalam kelas dan keterlibatan dalam berbagaikegiatan ekstrakulikuler.
 Bimbingan kelompok adalh layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Gazda (1978) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok disekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat.
 Tujuan bimbingan kelompok adalah untuk memberikan informasi yang bersifat personal, vokasional, dan sosial kepada para anggota kelompok atau peserta didik.
 Unsur kelompok dalam bimimbingan kelompok
1. Sejumlah siswa/para anggota sebagai penerima informasi
2. Pemimpin kelompok sebagai pemberi informasi
3. Aturan kelompok sebagai memperlancar jalannya proses informasi

2.2.1 Bimbingan kelompok yang dipegang oleh konselor sekolah
Tujuan ini yang ingin dicapai melalui pelayanan secara kelompok, entah itu kelompok kecil, setengah besar, atau besar.Ahli bimbingan berhadapan dengan suatu kelompok orang mudah, yang semuanya membutuhkan pelayanan bimbingan yang lebih kurang sama isi dan arahnya. Namun, yang terutama dirtuju bukanlah perkembangan kelompok sebagai kelompok melainkan perkembangan optimal dari masing-masing individu yang tergabung dalam suatu kelompok.
Untuk itu konselor sekolah terutama yang bertugas di jenjang pendidikan menengah, bimbingan kelompok merupaka sarana untuk menunjang berkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pedidikan ini bagi dirinya sendiri.jadi bimbingan ini lebih bersifat komplementer terhadap bimbingan perseorangan.